Kamis, 19 Januari 2012

#pemburuhadiah

Aku selingin postingan tentang siaranku dengan cerita tentang #pemburuhadiah yang sudah aku jadikan kultwit di twitter yaaa..... Silakan yang mau sharing, monggo dipun komen :D

---tapi sementara ini nggak urut dulu yaaa.... twitter lagi agak trouble dan ternyata nggak semua postinganku pakai hestek #pemburuhadiah :(---

  1. Pertama siaran tahun 2002,agak puyeng kalau bawain prog talkshow yg mengandung hadiah, baik merchandise,voucher,bahkan uang .
  2. Puyeng karena ϑi waktu yg mepet mau closing siaran & harus ngumumin pemenang, penyiar masih harus cek nama dulu.
  3. Sebenarnya siapakah hadiah itu? Mungkin & teman2 radio lainnya ntar bisa share cerita
  4. mnurut KBBD (Kamus Besar Bahasa Didi) adalah : seorg/sekelompok org yg kerjaannya mantau radio & mengikuti program2 berhadiah
  5. Program2 berhadiah ini bisa quiz, bisa talkshow, pokoknya mengandung hadiah dr sponsor deh, dr sekedar mug sampai uang tunai
  6. Modus mrk jelas. Setiap ada quiz pasti ikut. Jg aktif ϑi talkshow interaktif. punya segudang stock pertanyaan bagus u/ klien
  7. Di satu sisi penyiar gak rela hadiah jatuh ke tangan . Di sisi lain, sulit juga memberitahu klien yg sudah terlanjur senang
  8. Dia emang ngincer banget voucher/tiket masuk suatu acara tp benar2 dipakai & acara diikuti sampai habis, bkn ngejar doorprize
  9. Sekarang cerita fokus ke Peter cs yak. Org2 radio ϑi Surabaya pasti tau org ini. Tinggi besar, kacamata setebal pantat botol
  10. Radio mestinya boleh menganulir pemenang quiz kalau dianggap tdk layak. Nah, Peter cs ini bisa lho ngancam mau lapor ke media
  11. Akhirnya panitia cari akal gmn spy Peter cs gak bisa ikut games itu. Aturan main diubah. Alhasil... Dia berani berantem loh!
  12. Pas gw kerja ϑi Delta FM, ketemu lagi ama biang kerok satu ini. Parahnya pas kita ngadain diskusi off air,dia ikutan datang!
  13. Jadilah panitia nuang kartu nama ke meja demi misahin kartu nama dia dg undangan lainnya. Sounds unfair huh? Embyeeeerr...
  14. Apesnya,peruntungan dia emang gede.Pas penarikan doorprize dia msh bisa dapat!Pdhal panitia merasa kartu namanya udah dibuang
  15. Dapatlah dia sekeluarga tiket nonton ϑi bioskop. & berangkatlah mrk as a happy family nonton bareng,pdhal kami pengen nampol!
  16. Peter cs termasuk yg rajin nongkrongin radioku skrg & tetap berburu hadiah. Mungkin dipikirnya ni radio gak ada yg kenal dia
  17. Selain sensasi telepon bisa masuk *dan suara kita masuk radio...ehem* saat2 menunggu pengumuman itu juga gak kalah asyik
  18. Yg aku ingat sih aku pernah dpt kemeja 1, t-shirt 1, freepass gak kehitung, sama rokok 1 slof. Nah, yg lucu ttg rokok ini...
  19. Setelah itu mulai jarang ikutan quiz, apalagi pas udah pindah Semarang. Hasrat ikut quiz sulit tersalurkan krn nge-kost
  20. 3. Ngejar sensasi nelpon sampai dpt hadiah (aku, sambil tersipu). Model2 gini kadang2 hadiahnya gak diambil *serius*
  21. So...Sampai kapan pun yg namanya itu akan tetap ada. U/ orang2 radio, EO, etc, nikmatilah...Meski banyak sebel drpd senangnya

--- dan sampai mau diposting pun twitter masih trouble :I ---

Sabtu, 31 Desember 2011

New chapter : DELTA FM SURABAYA

Kalau ngomongin Delta FM, nggak bisa dipungkiri....ini adalah salah satu episode terindah dalam hidupku. Serius...!!! Gimana nggak? Pas lagi 'melancong' keJakarta aku sudah pernah mengucapkan bahwa jika radio ini masuk ke Surabaya, aku harus menjadi bagiannya. Dan itu terwujud. Dan di radio inilah kekonyolan-kekonyolan dimulai.... *dan aku nggak tau mulai ceritanya dari mana...hehehehe...*

Hari pertama siaran... seperti yang sudah aku ceritakan sebelumnya, aku gak ada petunjuk sama sekali tentang bagaimana siaran di Delta FM. Buta. Blank. Bego! Jadilah aku duduk manis dengan muka tolol di depan operator dengan secarik catatan. Nama program : Delta Afternoon Show. Caller ID : Sahabat Delta. No telpon....uhmmm...aku lupa. No SMS : apalagi! Di siaran perdana ini aku ditemani produser Elok Rahmia (yang sampai sekarang masih nggak terima kalau dituduh ada keturunan Arab) plus operator yang kalau nggak salah waktu itu Ulum Syahputra.

Baiklah... lalu apa yang harus dilakukan? Duduk manis di depan mic sudah... on air sudah... trus ini siarannya aku ngomong apppaaaa....??? Mbak produser bermuka Arab wira-wiri dari ruang produser ke studio siaran. Aku nggak tau, apakah ini sangat membantu atau mengganggu. Soalnya selama aku siaran di radio sebelumnya nggak ada yang namanya produser, jadi semua dihandle sendiri, one man show. Tapi ya itu....dibilang mengganggu kok Mbak ini sangat membantu, mengingat aku benar2 nol pas siaran di radio segitiga biru ini.

Lalu gimana caranya aku lolos dengan aman di siaran perdana ini? Ya jelas gak lolos laaaaaaahh...!!! Mas PD udah stand-by dengan e-pop yang siap kirim dengan segala 'masukannya' yang hadir setiap jeda lagu/iklan sehabis VO. Apa saja 'cacat'ku di siaran perdana ini? Speed-nya wassalam. Intonasi datar (ya eya laaahhh...biasa di radio news getoh). Nyebut lagu dengan 'komposisi' yang jelas2 itu milik radio tetangga, dan masih banyak lagi. Alhasil, aku selalu was2 setiap tutup mic, takut kalau ada yang salah lagi setiap VO.

Alih-alih duduk manis pas jeda iklan/lagu, aku malah panik gak karu2an dan selalu lari ke kamar mandi yang kebetulan letaknya emang persis di samping studio. Nggak produser nggak operator ngikut stress liat aku bolak-balik ke kamar mandi. Bisa ketebak lah, setiap VO jadinya ngos2an gara2 aku lari2an dari studio ke kamar mandi. Hancurlah siaran pertama di Delta FM tercinta.... :D

NYE 2012... and the story continues....

Whoaaaaa..... nggak kerasa ya udah malam tahun baru 2012. Semula aku mau kasih judul ke postingan ini "NYE 2012... So What...???" Tapi nggak jadi deh... kesannya kok kaya putus asa banget ngadepin 2012 :D

Malam tahun baruan ngadep kompie (ini pakai kompie suami di ruang kerjanya :D) jadi mengingatkan aku pas masih kerja di Delta FM Surabaya. Wah, pas ya.... kan aku masih utang cerita tentang pengalaman siaran di radio itu :)

Baiklah.....

Aku adalah orang yang tidak merayakan NYE. Kenapa? Karena aku merasa tahun baruku bukan 1 Januari seperti orang-orang kebanyakan. Tahun baruku ya saat aku dikahirkan, baru aku rayakan. Itupun aku merayakannya bersama diriku sendiri. All gadget off, hibernasi total. Itu kenapa aku justru lebih sering menghabiskan NYE di kantor, apalagi pas masih siaran di Delta FM Surabaya.

Bukan tanpa alasan kalau aku lebih sering tahun baruan di studio. Lha gimana lagi, wong aku terjebak di tengah keramaian pusat kota karena studio D-Sby waktu itu di Garden Palace Hotel yang jelas2 jalannya udah kebuntu sama kendaraan2 sepulang aku siaran. So, jalan terbaik adalah tetap siaran di studio sampai countdown, trus tidur di studio atau lantai 8. Subuh pas jalanan udah lengang baru pulang dan lanjut tidur di rumah. Itu berlangsung selama 5 tahun aku kerja di D-Sby.

Dan malam ini terjebaklah aku di ruangan kerja Pak Raden yang super duper dingiiinnnn.... Asline mending nang kost2an ae yoh sambil nonton tipi. Tapi apa boleh buat, Pak Raden pengen ditemenin di kantor, meski abis itu dia tinggal ngurus ini itu, huh.... Ya wes... nanti aku sambung lagi postingannya ya.....

Senin, 19 Desember 2011

SEKOLAH DI DUNIA SIARAN BERLANJUT...

Baiklah.... butuh lebih dari 3 tahun ya ternyata...untuk ngelanjutin cerita pencapaianku di dunia radio...hehehehe.... BTW, ada beberapa perkembangan yang mesti aku sampaikan sebelum melanjutkan ceritaku, di antaranya adalaaahhh.... Mas Mantan yang dulunya jadi penyiar kondang di Semarang akhirnya jadi suamiku...hihihi.... Apa dan bagaimana prosesnya, ada di cerita selanjutnya ya nek....

Ceritaku terakhir terkait dengan cabutnya aku dari Radio Sonora yang sudah aku gauli selama 2.5 tahun. Bingung, putus asa, was-was, adalah perasaan yang nggak bisa aku hindari. Ada ketakutan aku bakal jadi pengangguran karena aku hanya menguasai dunia media, sementara umurku senantiasa bertambah. Sempat sih dipanggil Star FM dan kemungkinan untuk diterima cukup besar, tapi nggak kuambil kesempatan itu karena jauh di Pandaan. Padahal genre musiknya keren lhooo… Diskotikanya bikin hati meleleh.

Untungnya setelah aku lepas dari Sonora, ada aja job ngemsi yang bisa dipakai untuk menyambung hidup. Di tengah-tengah job ngemsi, aku kirim lamaran ke beberapa radio, yaitu Delta, Kosmonita, Smart FM, Mercury. Sebenarnya sudah ngeprint lamaran ke Suara Surabaya, tapi nggak tahu kenapa nggak kukirim :D.

Pas lagi sibuk ngemsi di pameran yang waktu itu diselenggarakan di pelataran parkir Plaza Surabaya, aku mendapat panggilan dari Delta FM. Whaaattt….??? Ini kan radio yang aku dengarkan di Jakarta dulu… yang waktu itu aku bilang, “Kalau radio ini masuk Surabaya, aku harus bisa masuk ke radio ini…!!!” Dan aku dipanggil cyiiinnn….. But heeyyy…. Jangan hepi-hepi dulu…penuhi dulu panggilannya, kalau sudah lolos semua seleksi baru boleh jingkrak-jingkrak….!!!

Baiklah…. *udah duduk manis lagi sambil lanjut cerita* Akhirnya aku ikut seleksi penyiar Delta FM. Semula isi form dan tes tulis…standar laaahhh…. Abis itu tes vokal…hhmmmm….aku agak nervous di bagian ini, karena aku sering gagal di tes vokal. But, it’s ok lah…udah ada pengalaman siaran ini. PD aja lagi! Tes vokal disinyalir lolos sampai akhirnya aku disuruh datang lagi untuk tes bahasa Inggris. Ini dia yang bikin lemes L. Yang ngetes bahasa Inggrisnya cas cis cus (dan belakangan aku ngerti kalau setelah ngetes aku dia resign karena lanjut studi di Filipina). Abis tes bahasa Inggris aku langsung geser ke mall sebelah untuk ngemsi sambil melupakan tragedi interview barusan. Mengingat aku merasa tes bahasa Inggrisku ada di nada tangga do-re-mi rendah alias kacrut, aku nggak terlalu berharap banyak.

Tapi emang jodoh mau ke mana sih? Proses seleksi nggak sampai seminggu tiba-tiba aku dipanggil lagi tanpa diberitahu apa agendanya. Aku datang sesuai jam yang disepakati dan kalau nggak salah itu di waktu sebelum makan siang. Bapak PD (yang belakangan aku tahu namanya Widiyoko Joyo alias Mas Widi) memintaku untuk menggantikan siaran penyiar sore yang waktu itu hamil 7 bulan dan kakinya sudah bengkak-bengkak.

Baiklah… aku diterima….alhamdulillah…. Belum sempat aku jingkrak-jingkrak, Mas Widi bilang kalau aku mulai siaran besok….
OK, Mas….aa…aapppaaaaa…??? BESOK…??? Yang bener aja, Mas… aku belum ditraining sama sekali…! Aku gak tau call ID-nya apa, call sign-nya apa, program acaranya apa, content-nya gimana. Dengan tampang sok cool sambil isep rokok Mas Widi menjawab, “Kamu ngelamar di sini ya nggak training2an. Ibaratnya orang jualan, kamu udah dibeli. Ya udah, langsung siaran aja…”

Dan jadilah seharian itu aku menggoblok di studio. Mengamati, bertanya, dan mencatat. But you know what? Mbak penyiar yang aku gantikan kok menurutku nggak terlalu kooperatif yak? Bayangin aja, setiap aku nanya, dia selalu menjawab, “Nanya Pak Widi aja.” Apapun pertanyaannya, tanyakan ke Mas Widi. Hla terus ngapain juga aku nemenin dia siaran di studio yang super dingin sambil pegang bolpen untuk nyatat kalau setiap aku nanya nggak dijawab. Huuuuhh….bete…!!! Alhasil, aku besok mesti siaran dengan modal NOL…!!!

Trus gimana siaran perdanaku di Delta FM? Tunggu tanggal mainnya…. Semoga lusa aku bisa lanjutin ceritanya, karena sudah pasti besok aku bolos siaran, jadi gak nge-wi-fi…hihihi….. Juga akan aku ceritakan radio-radio mana saja yang akhirnya ngontak aku dan gimana ceritanya sampai aku berada di radio sekarang. Don’t go anywhere, I’ll be right back…!!!

Selasa, 13 Desember 2011

I'm Back.....

Alhamdulillaaaaaahh..... bisa ngeblog lagi..... Baiklah.... saya sudah lega, tapi berhubung masih harus mengerjakan yang lain.....postingnya ntar dulu yaaa.....

Jumat, 07 Maret 2008

CITA-CITA SUDAH TERCAPAI, SO....WHAT'S NEXT?

Finally....aku lolos ke Salvatore yang akhirnya ganti nama jadi Sonora Surabaya. Dengan kata lain, cita-citaku sebagai penyiar akhirnya kesampaian. Saat aku memulai pekerjaan di radio ini, sempat kaget juga karena kerja di radio ternyata nggak seperti yang aku bayangkan. Bayanganku dulu kalau kerja di radio tinggal duduk manis di studio, ngomong, ngemix lagu, udah. Ternyata kerja di Sonora nggak beda jauh dengan kerja di JP, bedanya di Sonora kerjanya lebih terjadwal, 8 jam kerja. Bahkan bisa dibilang kerja di Sonora jauuuuuh lebih ringan daripada kerja di JP, padahal teman2 yang belum pernah kerja di JP ngerasa kerja di Sonora lumayan ngos2an.

Siaranku pertama di Salvatore (sebelum jadi Sonora) termasuk dadakan. Waktu itu salah satu penyiar dikirim ke Bali untuk liputan. Mau nggak mau aku langsung nyebur, tandhem bareng Bu Kepala Studio. Wuiiiihhh..... rasanya nggak karu2an!!! Kenapa nggak karu2an? 1. Siaran perdana, 2. Siaran bareng Bu Kepala Studio yang terkenal guwalake amit2 jabang beibeh! Tapi alhamdulillaaaahh....lancar jaya. So...ndak diamuk Bu Kepala Studio :D.

Siaran berikutnya lancar, walau pernah disemprot marketing gara2 duet sama penyiar yang sama2 baru dan feder masih naik saat kita berbicara ndak senonoh serta itu ter-on-air-kan...hehehehehe.... Namanya juga anak baru, Pak! Tapi di tengah perjalanan, sempat terjadi hal2 yang kurang enak dan saat itu masa yang paling membingungkan karena pas aku hitung2 dalam setahun ada 10 lebih karyawan yang cabut atau dicabut paksa. Aku sempat terbawa dalam suasana yang nggak enak juga yang bikin aku was2 sambil mikir apakah aku bakal diperpanjang atau tidak di radio ini. Ternyata tahun pertama aku lalui dengan lancar dan itu membuat aku dikontrak lagi.

Di tahun kedua, makin banyak ilmu yang berhasil aku unduh. Kalau masalah reportase mah keciiiill....cuman ngulang apa yang aku dapat di JP dulu. Kuota 3 berita dalam 1 hari kebanyakan terpenuhi. Pelajaran lainnya waktu aku jadi produser BF alias BINTANG FAVORIT. Lama-kelamaan aku semakin larut dalam kecintaanku membuat script dan ngutak-atik lagu. Kerja bagiku sudah nggak ada, yang ada tinggal hobby.

Saat masih cinta2nya dengan bagian program, rumah induk alias KKG (Kelompok Kompas Gramedia) membuat acara yang belakangan berkembang menjadi Kompas-Gramedia Fair. Waktu itu masih acara rintisan baru, tempatnya masih kecil, di atrium Plaza Tunjungan 1. Sebagai anak perusahaan, Sonora diajak gabung. Saat itulah aku mempelajari 1 hal baru yaitu kegiatan off air yang ternyata sangaaaaaaatttt bermanfaat bagi kelanjutan karirku sampai sekarang (sekali lagi....tengkyu ingkang katah Sonora.....).

Di off air itu aku bertanggung jawab atas stand Sonora. Ternyata di event itu pula aku bisa belajar ngemsi. Yah….walau saat itu masih dalam taraf MC dadakan, ternyata lumayan juga untuk membuka jalan di kancah perMCan Surabaya. Salah satu mata acara di Gramedia Fair 2003 yang tak terlupakan adalah saat aku harus menjadi moderator dadakan di bedah bukunya Adi W. Gunawan yang belakangan menjadi salah satu motivator dengan tarif tinggi di Indonesia. Kenapa berkesan? Karena selama ini yang namanya bedah buku biasanya diadakan di kampus atau hotel. Lha ini di atrium mall yang kebanyakan pengunjungnya nggak terlalu niat ngomongin buku. Tapi ternyata acara ini berlangsung amat sangat lancar. Antusiasme pengunjung nggak terbendung. Sukses deh pokoknya. Mulai saat itu aku PD kalau diminta ngemsi atau jadi moderator di mana saja.

Setelah acara itu link-ku semakin luas. Kegiatanku nggak semata-mata nguplek di studio atau cari2 berita untuk reportase, tapi udah mulai dipakai juga untuk ngemsi dan jadi moderator. Karena dianggap sudah berhasil di tahun sebelumnya, aku kembali didapuk jadi penjaga gawang stand Sonora di event yang sama pada 2004. Wah….. kali ini gila2an. Aku sampai di-grounded 10 hari nggak siaran dan terus ada di venue dari jam 10 pagi sampai jam 10 malam. Sukses juga.

Keberhasilan2ku di bidang siaran (kalau boleh aku nilai berhasil lho....soalnya kan selama itu nggak pernah ada teguran, bahkan SP), reportase (kuota 3 berita/hari terpenuhi), serta off air (2 kali off air sukses lho…) membuatku terlena dan lupa kalau sebelumnya aku berada di posisi tidak aman. Entah kenapa, salah satu petinggi siaran saat itu benci banget sama aku. Mungkin karena aku pernah menyampaikan pendapatku yang terbilang keras waktu itu sehingga dia nggak suka aku atau apa lah. Sampai akhirnya, saat kontrakku akan habis, aku lupa nanya tentang nasib kontrakku, sampai suatu hari aku dipanggil oleh Pak PSDM ke ruang tertutup. Di saat itulah dia menyampaikan kalau kontrakku tidak diperpanjang dan aku nggak diangkat menjadi karyawan tetap. Jedhaaaang…..

Aku limbung, kehilangan arah. Marah, jengkel, sedih, putus asa. Putus asa??? Ya…karena secara usia sudah sulit bagiku hijrah ke radio lain kecuali yang satu segmen dengan Sonora alias radio dewasa. Sementara itu, saat itu aku nggak ada bayangan mau melangkah ke mana mengingat waktu itu aku merasa aman2 saja di Sonora (percaya atau tidak, waktu aku menulis bagian ini badanku menghangat semua!).

Aku sempat menanyakan alasan kenapa aku dicut. Alasannya rada2 nggak masuk akal sih. Katanya aku masih banyak kekurangan yang salah satunya adalah aku nggak bisa naik motor. Whaaaattt????? Plissss deeehhh....kalau nggak ada alasan mending bilang aja karena manajemen merasa kurang cocok dengan aku. Kan beres!!!! Di tengah keputusasaanku, aku meminta sisa jatah cutiku sehingga aku bisa keluar lebih dini. Saat itu aku putuskan untuk cabut pas orang2 lagi nggak ada di kantor karena pada sibuk nyoblos Pemilu September 2004. Bye bye Sonora........

Kamis, 28 Februari 2008

Sabar yaaa.....

Ya....ya....ya..... Aku tau kok kalau ceritaku di Blog ini masih nggantung. Sabar ya... suatu saat pasti bakalan lanjut :)