Rabu, 09 Januari 2013

SPESIALIS PATAH HATI 2

Di postingan sebelumnya kita sudah sampai di patah hatiku yang ke enam ya...


Tibalah kita ke patah hati ke tujuh. Lumayan parah kalau sama yang ini. Mungkin aku yang keGRan, merasa cinta berbalas, tapi dari body language benar-benar nyata bahwa dia juga punya perasaan yang sama, tapi kami sama-sama menahan karena…..dia sudah beristri….. Seorang teman sampai bertanya dengan nada tinggi, “Memang kamu mau jadi istri kedua dia? Dia bekerja keras dan semua hasil kerja keras dia masuk ke dompet bininya?” Pertanyaan menohok dan nggak pengen kujawab. Adalah kehilangan yang sangat besar saat akhirnya dia pindah ke Bandung. Di hari-hari terakhirnya di Surabaya, kami berusaha untuk sering bertemu. Bahkan saat nggak ada rencana bertemu pun, telepon dia sering salah sambung ke hapeku. Dan ketika perpisahan itu benar-benar terjadi, rasanya separuh nyawa ikut pergi. 

Saat awal-awal berpisah, badan ini rasanya pengen terbang ke Bandung, tapi nggak mungkin kan? Konyolnya, dua tahun setelah itu seorang sahabat, yang memang tahu cerita kami, bilang kalau sebenarnya laki-laki itu sepertinya juga ada rasa. Wuiiihhh…. rasa yang sudah sempat terpendam akhirnya meletup-letup lagi. Dan akhirnya tahun itu (kronologi waktu ditutup yaaaaa…) aku ada kesempatan jalan-jalan ke Bandung. Dan di sanalah kami bertemu lagi. Orangnya tambah ganteng, masih anteng… benar-benar pria tenang menghanyutkan. Kami bertemu dari pagi sampai malam, ngobrol A-Z, sampai akhirnya kami masuk ke pembicaraan yang selama ini selalu kami hindari, yaitu tentang keluarga. Saat itulah terbuka fakta bahwa dia dan istrinya akhirnya dikaruniai seorang anak setelah penantian selama 14 tahun.

Malam itu aku menangis. Sudah lama nggak pernah patah hati sampai remuk berserpih-serpih. Emosi yang campur aduk, antara bahagia karena akhirnya bertemu setelah sekian lama, serta bahagia sekaligus sedih mengetahui akhirnya dia kembali bahagia bersama istri dan anaknya yang baru lahir. Keesokan harinya saat berangkat ke Jakarta, air mata tumpah di sepanjang perjalanan. Sakit. Perih. Satu lagi buku yang akhirnya harus ditutup. Hal terunik yang kualami adalah saat beberapa bulan berikutnya aku kembali ke Bandung, tak sengaja kami bertemu di tempat kami bertemu sebelumnya. Kaget. Benar-benar seperti film India yang slow motion. Dan itulah pertemuan terakhir kami. Sampai sekarang pun tak pernah terkontak lagi….

Dalam ya…. Tapi kalau memang nggak jodoh apa ya memang harus dipaksa? Nggak kan? Life must go on. Dan apakah setelah itu aku masuk zona bebas patah hati? Enggak juga. Masih sempat mengalami patah hati lagi. Yang ke delapan. Lumayan parah dan memang bikin berantem, karena sebagai teman aku merasa dimanfaatkan. Sakit sih, cuma lama-lama sudah kebal sama yang namanya patah hati, jadi malah mati rasa.

Nah, itu sedikit kilas balik tentang patah hati yang pernah aku alami. Mungkin pas mengalaminya memang terasa sakit, tapi saat menulis ulang peristiwa-peristiwa itu, yang ada malah cengar-cengir sendiri, mengingat kenangan-kenangan manis dan pahit bersama mereka yang sudah menyumbangkan warna dalam kehidupanku. Patah hati memang menyakitkan….tapi lebih menyakitkan lagi kalau sepanjang hidup tidak pernah mengalami yang namanya jatuh cinta. Betul tidak…???
 

SPESIALIS PATAH HATI 1



Apapun yang kita lakukan, pikirkan, rasakan, di dunia ini pasti memiliki konsekuensi. Demikian juga dengan jatuh cinta yang berkonsekuensi patah hati. Waini…. barang siapa yang doyan jatuh cinta semestinya harus siap patah hati, tanpa terkecuali. Tapi kayaknya ini nggak berlaku untuk aku.  Nggak sering-sering jatuh cinta sih, tapi sekalinya jatuh cinta bisa lamaaaaa banget masa berlakunya. Dibalas gak dibalas, tuh perasaan nggak mau pergi. Akibatnya, sering patah hati. Bahkan bisa dikata lebih sering patah hatinya daripada jatuh cinta…. hahahaha….

Patah hati yang sering aku alami sih bukannya gara-gara putus hubungan, tapi seringnya sih cinta gak berbalas. Duh, dari segede marmut sampe segede sapi isinya cinta ditolaaaaaak mulu….! Gilirannya berbalas, lha kok ‘hubungan terlarang’. Entah karena beda agama atau karena naksir laki orang. Hitam banget kan kehidupan percintaanku :(

Nah…. kali ini mari kita review peristiwa-peristiwa patah hati yang masih terekam di kepala saking ‘dahsyatnya’ya…. Patah hati pertama cinta bertepuk sebelah tangan. Patah hati kedua aku juga gak ngeh, karena dari sinyal-sinyal yang terkirim sebenarnya kami sama-sama suka, tapi nggak tahu juga kenapa nggak jadian. Ah, sutra lah… masih pakai seragam sekolah ini, cinta simpanse kali ya…? Patah hati ke tiga rada parah pakai banget. Bertepuk sebelah tangan dan parah. Parah karena berlangsung lama. Nggak tahu kenapa rasa cinta ke orang ini kayak ikan asin diformalin. Awet. Sakitnya bukan yang banget-banget, tapi lumayan mengganggu jiwa dan raga. 

Patah hati ke empat sama siapa ya? Aku kok lupa urut-urutannya. Kayaknya patah hati ke empat ini karena bertepuk sebelah tangan. Tangan dia yang bertepuk tapi nggak aku balas, tepatnya. Ini patah hati yang unik. Seseorang menyintai kamu, kamu nggak membalas, tapi dia keukeuh ngejar kita sampai dapat. Sampai nggak ada alasan lagi bagi kita menolak dia. Jadianlah dan setelah beberapa waktu berlalu akhirnya putuslah. Percaya atau tidak, meski waktu itu bisa dibilang aku nggak cinta-cinta banget sama dia, tapi pas putus ternyata sakitnya luar biasa. Menyakiti hati orang yang menyintai kita ternyata sakitnya sama dengan cinta kita yang nggak berbalas. Berhari-hari aku nggak keluar kamar. Nangis mulu sampai mata bengap. Dan saat itu muncullah penyakit pasca patah hati…..doyan belanja!

Patah hati ke lima ini agak beda dengan patah-hati sebelum-sebelumnya. Tumben-tumbenan cinta tidak bertepuk sebelah tangan. Yippiiieeeee…. seru! Dia adalah laki-laki yang membawa beberapa perubahan yang cukup signifikan dalam hidupku. Kalau akhirnya aku doyan becanda dan lebih ‘santai’ dalam menghadapi masalah, ya ini orangnya. Tapi dasar buaya darat, akhirnya putus juga. Malah kawin sama teman sendiri. Tapi sebenci-bencinya aku sama dia, tetap nggak bisa yang marah sampai maicih level 10. Dulu, kalau ada kesempatan, biar udah putus, masih aja cari jalan untuk tetap berhubungan. Tapi itu sih dulluuuuuu…. sekarang mah ogah. Nah, pas patah hati sama orang ini sampai rada-rada ‘sakit jiwa’ deh aku…. Setiap ada suara motor yg mirip punya dia langsung ngelongok jendela. Nggak bosan ngeliatin pintu, seakan-akan pintu itu akan terbuka dan muncullah dia. Gendeng pokoke wes…!!!
Cukup lama jeda patah hati setelah yang ke lima ini. Sempat penyebab patah hati ke empat muncul, jalan lagi, putus lagi, patah hati lagi. Bedanya, semakin hari patah hati bisa diselimurkan karena aku sudah harus bekerja. Dengan kata lain, nggak ada deh patah hati berlama-lama. Ditambah lagi keseringan patah hati bikin aku nggak terlalu berminat untuk menjalin hubungan serius dengan laki-laki. Jeda itu ternyata membawa aku ke patah hati ke enam, saat terjebak dalam HTS ( baca : http://diarypenyiardodol.blogspot.com/2013/01/lagi-lagi-persahabatan-vs-cinta.html ). Patah hatinya sih nggak terlalu lama. Dulu sih emang sakit banget, sekarang sih bekas-bekasnya juga udah gak ada :D.

Udah kelar patah hatinya? Ya belum laaaaahhh..... Kan aku spesialis patah hati. Masih ada kelanjutannya di SPECIALIS PATAH HATI 2. Cekidot.....

*lagi-lagi* PERSAHABATAN vs CINTA



Kemarin akhirnya keturutan nonton 5CM.  Memang dari awal penasaran sama film ini setelah talkshow sama novelis dan beberapa pemerannya. Apalagi saat diceritakan tentang tingkat kesulitan pembuatan film ini. Lumayan ngiler pengen nonton. Tapi nggak terlalu ngoyo untuk nonton di awal-awal film ini dirilis sih, males ngantrinya. Telat gak papa, yang penting sah…eh….nonton…. :D

Saat novel  5CM terbit dan meledak, aku cuma baca resensinya. Fine, tentang persahabatan. Tertarik juga sih untuk membacanya, tapi akhirnya nggak keturutan, sampai akhirnya lupa bahwa novel ini pernah ada. Baru ingat lagi ya pas talkshow tentang film ini.
Di saat banyak orang memperbincangkan film ini dari sudut keindahan Mahameru dan indahnya persahabatan, tiba-tiba aku tersentak saat menonton bagian di Ranukumbolo, saat Genta menyatakan cinta kepada Riani dan ternyata sang wanita justru menyarangkan cintanya pada Zafran. Untuk yang sudah membaca novelnya, mungkin bagian ini biasa-biasa saja karena memang sudah tahu. Tapi untuk aku yang tidak mengikuti ceritanya, tiba-tiba ada rasa sakit yang sangat dalam pas nonton scene ini. Kaget. Parah. Bukan pengalaman pribadi sih, tapi entah mengapa emosi ini tiba-tiba teraduk-aduk dengan putaran yang sangat dahsyat, sampai-sampai dalam perjalanan pulang aku sering menggelengkan kepala. Antara kaget sekaligus mengenyahkan rasa tidak enak itu.

Persahabatan vs Cinta. Satu epic basi yang masih diminati (atau dinikmati?) hingga sekarang. Terlepas dari film 5CM, aku ingat kata-kata sahabat kuliahku, “Nggak ada itu yang namanya  persahabatan antara laki-laki dan perempuan. Pasti ada percikan-percikan rasa di antara mereka.” Aku yang saat itu punya sahabat laki-laki merasa pernyataan itu tidak benar, sampai akhirnya baru terasa kebenarannya saat beberapa kali sahabat laki-lakiku akhirnya naksir, atau sebaliknya (aku dengan sahabat yang beda tentunya).

Beberapa kali akhirnya aku terjebak dengan perasaan suka dengan sahabat laki-lakiku dan mati-matian melawannya atas nama persahabatan. Saat di Semarang dulu ada sahabat laki-laki yang naksir aku, aku sampai bingung. Diterima kok ya nggak mungkin, wong aku nggak punya perasaan lebih sama dia. Ditolak kok ya aku nggak mau kehilangan kenyamanan-kenyamanan bersama dia. Untung saja waktu itu akhirnya aku pulang ke Surabaya. Aman.

Pernah juga persahabatan tercemari perasaan cinta yang akhirnya membuat kedua belah pihak malah jadi kaya orang ling-lung, soalnya perasaan saling berbalas. Bingung, lha wong ini satu hubungan yang nggak mungkin banget. Terwujudlah yang namanya HTS alias Hubungan Tanpa Status. Runtang-runtung kesana-kemari bebarengan kaya orang pacaran, sayang-sayangan. Sampai akhirnya tiba di satu titik yang membuat kami akhirnya sadar bahwa ini benar-benar nggak mungkin. Break up-nya benar-benar kayak orang pacaran. Ya patah hatinya, ya hancurnya, ya mata bengapnya. Kerugiannya sangat besar. Kehilangan ‘pacar’ sekaligus sahabat. Terakhir aku bertemu dia di lift suatu tempat, kami sama-sama tertegun dan nggak bisa berkata-kata banyak. Kaku. Sampai sekarang kami tidak saling mengontak lagi (meski sebenarnya bisa sih, kalau niat :p).

Tapi hal yang paling menyakitkan adalah saat kita menyintai sahabat kita, sementara dia menyintai orang lain. Haduh…. sakitnya minta ampun. Disuntik heroin kayaknya nggak mempan, rasanya mending disuntik mati deh. Ciyus! Sempat berada di posisi itu. Sebenarnya nggak terima, tapi kok ya kita nggak bisa berbuat apa-apa, lha wong dia memang nggak membalas cinta kita. Tibalah kita di tengah-tengah pilihan yang sama sulitnya ;
1.       Apakah memutuskan persahabatan demi menyelamatkan perasaan kita? Ini nggak enaknya adalah kita harus sadar bahwa itu berarti selain kehilangan sahabat, kita juga kehilangan kenyamanan-kenyamanan yang sudah terjalin dalam persahabatan. Patah hatinya sama dengan  kita putus dengan pasangan.
2.       Apakah kita tetap bersahabat dengan hati yang teriris-iris? Memang waktu akan menyembuhkan luka hati kita sampai akhirnya kita bisa nerima kenyataan bahwa sahabat yang kita cintai sudah menyarangkan hatinya kepada orang lain. Tapi sampai kapan? Apa kamu sanggup menghadapi curhatan sahabatmu tentang pasangannya, sementara dalam hati kamu bernyanyi, “Kau…harusnya memilih akuuuuuu.” Sanggup? Kalau sanggup ya nggak papa. Kalau aku sih nggak sanggup.

Yups. Sepertinya aku memilih opsi pertama. Aku punya hati dan kehidupan yang harus diselamatkan. Aku lebih memilih untuk memutuskan persahabatan hingga akhirnya aku benar-benar siap untuk kembali berteman. Seberapa lama waktu yang kubutuhkan untuk kesiapan itu tentunya tergantung dengan seberapa dalam kadar cinta dan pengharapanku pada dia. Semakin dalam, semakin lama.

Oh ya, tadi aku menyebut kata pengharapan. Ya, saat kita menyintai sahabat, tak dapat dipungkiri bahwa kita akan berharap sewaktu-waktu sahabat kita pun akan memiliki rasa yang sama. Pengharapan semu inilah yang akhirnya membunuh kita perlahan-lahan, sementara si sahabat merasa tidak memberikan harapan karena dia menganggap wajar jika dia baik kepada sahabatnya. Ah…. kamu buta, sahabat…!!!

So, persahabatan vs cinta, akan selalu ada. Dengan versi yang berbeda-beda tentunya. Bagaimana versimu?

Sabtu, 15 Desember 2012

GAPTEK YO GAPTEK, NING OJO GAPTEK…



GAPTEK. Yes, GAPTEK is my middle name. Dari dulu sampan searing kelihatannya aku selalu up to date kalau urusan gadget, padahal aslinya ya gaptek. Urusan koneksi internet, misalnya. Aku sudah terbiasa menggunakan koneksi internet yang tersedia di kantor, baik WIFI maupun LAN. Giliran koneksi mbambet, langsung panggil teknisi, beres.
Nah, yang gawat adalah… sekarang aku bekerja sendiri di mana saja alias udah gak ngantor lagi. Urusan koneksi intenet harus mandiri dong… Jadilah aku nanya sana-sini tentang modem yang bagus. Sampai akhirnya janjian dengan salah satu anggota tim yang kerja di provider untuk ketemuan, jadi aku bisa langsung isi aplikasi langganan internet. Ternyata pas waktu yang sudah dijanjikan malah gak ketemu. Haduh…. Mundur lagi deh mau punya koneksi internet untuk kerja.
Di hari itu juga, ternyata aku ada jadwal talkshow dengan provider lain yang paket bundling handphone androidnya sudah aku pakai sejak bulan puasa lalu. Ngobrol punya ngobrol…. ternyata eh ternyata…. hape yang sudah aku pakai beberapa bulan ini ternyata bisa berfungsi sebagai rooter hotspot! Eaalaaaahhhh….. Langsung deh diajarin teman IT untuk mengaktifkan hotspot di hape.
Gapteknya kelar? Ya nggak juga…. Barusan dapat bbm dari teman kantor. Dia ngirim script lewat bbm, padahal selama ini aku dapat kiriman file lewat e-mail. Kok ya ini tadi mau buka file gak bisa. Giliran file kebuka, bingung mau nge-save.  Gosh….!!! Padahal aku pegang bb sejak 2010, kok ya masih gaptek yaaaaa….  Plis deh ah…..
                Apakah sudah selesai gapteknya…??? Belluuuuummmm….. Ini tulisan udah kelar tapi bingung mau postingnyaaaahhh…. Biasanya tulisan sign in di blogspot ada di pojok kanan atas. Sekarang mana tulisan ituuuu…??? Bingung carinyaaaah….. =(((       

Selasa, 13 November 2012

#sedekahnasibungkus

Sebelum aku cerita lebih banyak tentang #sedekahnasibungkus, aku kumpulkan dulu twit-nya ya..... enjoy reading..... :) 


Alhamdulillah... Sejak dilakukan 3 Oktober lalu, hingga kini yg sudah jadi donatur 15 orang, yg nanya2 & juga banyak ☺ 

Dari yg semula per hari cuma 10bks, hari ini mencapai 40bks/hari. Tp bisa turun lagi lho kalau gak disupport ☺  
Monggo...u/ yang mau gabung bulan ini silakan daftar. Sampai nemu tukang masak ntar target per hari 60bks, kecuali Jumat 
Setiap Jumat lebih dr 100bks. Sampai hari ini aja (6nop) udah terdata 91 bks... Bisa tembus 150bks Jumat ini. Insya Allah... 
Selain jadi donatur, teman2 bisa sedekah dlm bentuk lain lho, yaitu jadi sukarelawan pendistribusi  
Selama ini distribusi masih dilakukan o/ kakak+ipar gw. Ngos2an sih nyebarinnya, tapi ikhlas & seru2 cerita ttg penerima
Setiap pagi sll ada cerita baru yg bikin haru ttg penerima , kalau pengen mengalami haru-birunya, jadi sukarelawan aja ☺ 
Jadi sukarelawan itu gampang! Syaratnya cuma bisa bangun pagi, krn target adl u/ sarapan para pekerja ϑi jalanan  
Spy gak merepotkan, sukarelawan diutamakan yg berdomisili ϑi Rungkut & sekitarnya, beraktivitas ke arah keluar Rungkut |
Jadi, sambil berangkat kerja/kuliah, sambil mendistribusikan juga. Gak sedekah uang bisa sedekah tenaga. Gak repot kan? 
Nah, ada cerita terbaru apa nih pas nyebarin ? Ada bbrp yg mengharukan, ada yg lucu juga. Yang mengharukan dulu ya...  
Cerita yg mengharukan dulu ya.... *tarik napas dalam, hembuskan...tarik lagi...tahan* |
Bbrp hari lalu, ipar gw liat ada pengemis, bapak2 tua ϑi depan sebuah warkop teramai ϑi kawasan Rungkut.  
Memang, pengemis bkn target utama kami. Ttp pengecualian u/ pengemis/gelandangan tua.
Waktu diberi , pengemis tua itu menitikkan air mata & bilang, "Alhamdulillah, sy memang lapar bgt, dr kemarin blm makan." 

Ipar nanya, "Lho, blm dpt uang tho, Mbah?". | "Sampun, ning dereng cekap kangge tumbas sekul." | Astaghfirullah...
Kenapa gw istighfar? Karena bapak2 pengemis tua itu duduk lemas kelaparan DI DEPAN WARUNG MAKAN YG RAME ORG LALU LALANG!
Tega gak sih, ngebiarin pengemis tua yg udah gak produktif kelaparan, sementara kita keluar dr warung dg perut kenyang.

Si Bapak kami beri 2 bks nasi, puas2in Pak, sampai kenyang! Kami gak peduli knp Bapak ngemis, yg penting kenyang dulu...
Tiada henti pengemis tua itu memanjatkan doa untuk Anda semua. Ya, Anda yg sudah memberi yg nggak seberapa itu... 

Cuma 2 bks = 10rb twiiiiiips... Udah bikin orang lain bahagia & mendoakan kita. Subhanallah....  
Sayangnya Bapak pengemis tua itu pindah2, gak kelacak lagi dia ada dimana :(.  
Sblm pindah ke cerita lain,gw ingetin sekali lagi ya, jangan biarkan ada orang kelaparan akut ϑi dekat kalian makan enak  
Lanjut cerita mengharukan lainnya ya.... *tarik napas lagi....*  
Kali ini nyasar ke tukang becak. Kebetulan ada tukang becak sendirian nih. Lumayaaan... Gak bakal berebut...  
Setelah nerima , tukang becak itu celingak-celinguk... Ternyata dia mencari anaknya. "Nduk, kene mangano..." 
Dia menyerahkan nasbung ke anaknya sambil berkaca2, "Maemo, Nduk." Ipar gw lsg nanya, lha sampeyan, Pak?"  
"Saya ini sudah dewasa, sudah bisa menahan lapar. Tapi kalau anak saya kan masih kecil. Biar dia saja yg makan."  
Tentu aja dia gak ngomong pakai bhs Indonesia ya, Twips. Gw lagi berbaik hati menerjemahkan ☺.  
Tentu aja kami nggak kasih 1bks doang, tukang becak itu kita kasih 1bks lagi u/ dia. Lha kok malah mewek ☹.  
Entah ada masalah dg keluarga atau apa hingga anaknya dibawa bekerja, yg jelas kelaparan semakin memperburuk kondisinya.  
Tukang becak itupun berdoa, mendoakan kalian semua. Ya....semua yg udah gabung ϑi . Subhanallah... Cuma nasi bungkus lho  
Tidak mudah sebenarnya menjalankan ini. Ada yg mencibir krn bilang gw cuma kasih ikan, bukan pancing. 
Whooooiii.... Boro2 mancing. Tenaga u/ ngangkat pancing aja gak ada saking laparnya. Kenyang dulu, biar kerja lancar!  
Tukang becak blm bs sarapan kalau blm ada pelanggan. U/ nggenjot becak aja kewalahan kalau perut lapar.  
Pemulung baru bisa makan kalau udah setor barang. Pdhal dia sering diusir satpam kompleks. Pagi2 mau dpt uang dr mana?  
Tukang sampah+penyapu jalan honornya berapa sih? Bisa jadi mrk ngirit u/ makan dg melewatkan sarapan.Dpt tenaga dr mana?  
Dulu rasanya menyalurkan 10/hari itu sudah cukup. Tp ternyata berapapun nasbung yg didistribusikan, yg butuh lbh banyak!  
Ngomong2 ttg penyapu jalan, kmrn ada penerima yg cerita kalau dia makan sehari cuma 2x,itupun berangkat kerja jalan kaki 
Gw ngebayangin rute dia (rungkut menanggal-tenggilis) yg ditempuh dg jalan kaki plus no sarapan jadi lemes ☹.  
Tapi memang, tidak semua diterima dg 'lancar'. Ada penerima yg takut, ragu2, atau curiga. Bukan salah mereka...  
Kemarin ada gelandangan laki2 usia 50tahunan. Kondisi memprihatinkan. Pasca stroke,kurus kering,pakaian compang-camping.
Saat mau dikasih , dia menjauh, tp tetap ngeliatin. Pandangannya curiga. Nasbung ditaruh ϑi dekatnya.
Setelah ipar gw pergi, menjauh, pelan2 dia mengambil nasbung itu. Dimakan. Alhamdulillah...

Nah, terselip cerita lucu pas bagiin . Waktu itu ada bapak2 tua, lusuh, naik sepeda reot.
Sama ipar gw dipanggil, gak dengar. Dikejar, tambah ngebut. Dipanggil lagi, nengok sebentar doang.
Kakak+ipar gw tambah gemes,mau dikasih kok kabur. Ternyataaaa...bapak2 itu lagi kebelet bab,makanya ngebut gowes ke kali
Baiklah...diikhlaskan aja. Anggap aja bapak2 itu gak lapar, buktinya nggowesnya kenceng pas kebelet... ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ...

Wes, monggo...yg mau gabung lsg mention aja. Insya Allah amanah...mugi barokah... ☺
Alhamdulillah,hari ini (9nop) dr 15 donatur telah disalurkan, termasuk 70 bks ke Yayasan Amanah

Sampai sekarang masih belajar memanage waktu u/ mempersiapkan . U/ 140 bks aja sudah mulai memasak jam 2 pagi... :D 
Ayo kota2 lainnya.... Jadikan gerakan nasional. Bukan u/ mencari nama, tp krn memang banyak yg membutuhkan! 

Terima kasih kpd para donatur minggu ini, baik yg sudah transfer / kasih duit cash. Gusti Allah yg mbales *peluksatu2*  
Semoga bisa menjadi tabungan pahala u/ kita semua dan semoga saya beserta tim bisa tetap amanah... Mugi barokah... 
Doakan juga biar sy bisa dapat tukang masak u/ bantu nyiapin tiap pagi yaaaa... Biar sy bisa lanjut ngerjakan yg lain :D  
Alhamdulillah... Dari 10 nasbung/hari, sekarang harian bisa mencapai 40 nasbung/hari. Siapa lagi mau gabung? Mention aja 
Dari semula hanya 1 donatur, sekarang sudah mencapai 20 donatur. Siapa mau gabung? Mention aja... :)  
Dari yang semula hanya u/ sedekah jumat, sekarang sudah jadi sedekah harian. Jumat bisa sampai 140 nasbung. Gabung? Yuks